Catatan dari dialog interaktif ” Bagaimana mendidik anak mencintai Al Quran”.

” Menurut saya, pendidikan yang berbasis agama bisa juga menjadi berbahaya jika aspek kognitif terlalu ditekankan, misalnya doa-doa hafalan seperti di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), kalau anak nggak bisa lalu disabet sehingga membuat mereka ketakutan. Seorang kepala TPA di Kalimantan Selatan yang ikut pelatihan sekolah karakter langsung nangis mengingat metode pendidikannya selama ini. Akhirnya kami mulai masuk juga ke TPA dengan meningkatkan sistem mereka menjadi TK nonformal. Belajar Al-Quran kan juga bisa dengan suasana yang menyenangkan, misalnya dengan menyanyi lebih dulu.”

Diatas tadi adalah pernyataan dari Ibu Ratna Megawangi seorang praktisi pendidikan yang saya kutip dari situs milik Pak Wijaya Kusumah. Pernyataan diatas adalah cuplikan dari wawancara dengan beliau mengenai  arah pendidikan di Indonesia.

Ibu Ratna Megawangi sebagai seorang yang berkecimpung dalam pengembangan sekolah berkarakter sadar betul betapa penting peran TPA dalam memajukan pendidikan dini yang ujungnya adalah mengembangkan karakter, perilaku serta profil pembelajar yang mampu berkompetisi di abad 21.

Dengan sadar beliau membidik Taman Pendidikan Al Quran untuk dikembangkan, dikarenakan posisinya yang amat strategis. Bayangkan saat ini hampir disetiap pemukiman banyak bermunculan TPA yang menampung anak-anak usia dini untuk dibelajarkan Al Quran.

TPA Al Husna yang berlokasi di Pondok Jagung Graha Raya mempunyai itikad yang sama untuk menciptakan sebuah TPA yang mendidik anak cinta Al Quran sekaligus membuat anak bisa membaca ayat-ayat kehidupan yang hanya bisa dibaca lewat hati dan perasaan yang bersih.

Dengan tekad ini TPA AL Husna menggelar diskusi interaktif yang bertajuk “Bagaimana mendidik anak mencintai Al Quran”. Diskusi ini juga terselenggara berkat kerjasama Al Husna dengan Gema Insani Press, penerbit buku Islam terpercaya.

Diskusi ini menampilkan Ustadz H. Sa’dulloh SQ Penulis buku 9 cara praktis menghafal Al Quran, Hafidz terbaik internasional di Mekah dan di Yordania (MTQ Internasional 1995 dan 2000) dan Pengasuh Madrasah Tahfidz PP Hikamussallafiah Sumedang Jawa Barat.

Bertindak sebagai host dalam acara ini adalah Agus Sampurno, sementara dari perwakilan orang tua santri ada Bapak Bambang Wijanarko, serta Ustadz Sunarto sebagai pengelola TPA Al Husna yang hadir menyempurnakan diskusi hingga bisa memberikan pengetahuan baru kepada semua yang hadir. Peserta yang hadir berasal dari TPA yang ada di Kecamatan Pondok Aren dan sekitarnya,

Diskusi berlangsung selama 3 jam, berformat diskusi interaktif menjadikan banyak sekali kesempatan bagi narasumber untuk menampilkan metode dan tips yang berguna agar anak mencintai Al Quran. Peserta yang hadir adalah pemerhati pendidikan, pengelola TPA serta orang tua santri.

Selama diskusi berlangsung ada juga bazaar buku Gema Insani Press yang ramai dikunjungi saat jeda diskusi dan benar-benar memnuhi dahaga akan buku Islam yang berkualitas dan terjangkau.

Beberapa hal yang menarik dari hasil diskusi untuk dijadikan bahan kajian bagi kita semua adalah;

  • Di antara karakteristik Al Quran adalah: ia merupakan Kitab Suci yang dimudahkanuntuk dihapal dan diulang-ulang, dan ia juga dimudahkan untuk diingat dan fahami.

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang

yang mengambil pelajaran?.” (Al Qamar:17).

  • Banyak sekali ditemukan sebagian pendidik kontemporer yang mengkritik kegiatan menghapal Al Quran pada saat kanak-kanak, karena ia menghapalnya tanpa pemahaman, dan manusia tidak seharusnya menghapal apa yang tidak ia fahami. Namun kaidah ini tidak boleh diaplikasikan bagi Al Quran, karena tidak mengapa seorang anak menghapal Al Quran pada masa kanak-kanak untuk kemudian memahaminya pada saat dewasa. Karena menghapal pada saat kanak-kanak seperti memahat di atas batu, seperti dikatakan seorang bijaksana pada masa lalu. Dan saat ada yang mengatakan: orang yang dewasa lebih matang akalnya! Ada yang menjawab: namun ia lebih banyak kesibukannya!
  • Di antara keistimewaan Al Quran adalah: ia merupakan kitab yang dijelaskan dan dimudahkan untuk dihapal, seperti telah jelaskan dalam karakteristik karakteristiknya. Oleh karena ia dipahami -secara global-oleh yang kecil dan yang besar, yang tidak berpendidikan maupun yang berpendidikan, dan setiap orang mengambil pemahaman darinya sesuai dengan kemampuannya.
  • Diantara manfaat menghapal Al Quran pada masa kanak-kanak adalah: meluruskan ,lidah, membaca huruf dengan tepat, dan mengucapkannya sesuai denan makhraj hurufnya, dan tidak mengalami seperti dialami oleh orang awam dan sayangnya sebagianpendidik, yang kurang fasih dalam membaca huruf jim, dan tidak mengeluarkan lidahsaat membaca huruf tsa, dzal, zha dan lainnya, tidak menebalkan huruf-huruf izh-haryang terkenal dalam kha, shad, dhadh, tha, zha, ghain, dan qaf, kapan harus menebalkan huruf raa dan kapan menipiskannya, juga seperti huruf lam dalam kata Allah,kapan tebalkan, dan kapan ditipiskan.
  • Peran keluarga dan orang tua sangatlah penting, ingat satu tindakan lebih baik dari 1000 nasihat. JAdi berikan contoh dan model agar anak mencintai Al Quran.

Dengan demikian membelajarkan Al Quran di masa kanak-kanak menjadi kebutuhan mengingat masa keemasan umur mereka yang sayang bila dilewatkan. Dikarenakan banyak potensi yang membuat anak-anak mudah sekali menerima pengetahuan baru dan pengalaman baru. Untuk itu para pengelola TPA dituntut untuk menyeimbangkan dua fungsi utama dari TPA membuat anak bisa membaca, menulis Al Quran dan menghafal serta membuat anak senang datang dan belajar Al Quran. Lewat kegiatan yang membuat anak senang dan tertarik untuk mau menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Ucapan terima kasih yang tidak terhingga pada semua yang pihak yang memungkinkan acara ini terjadi serta para ibu dari pengajian kaum ibu MAsjid AL Husna serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga Allah SWt merahmati kita semua. Amin

1 comment so far

  1. sunarto on

    ide yang brelian disaat kita tenggelam dalam lamunan yang menipu, lanjutkan kawan…!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: